Archive for Desember 2011

PETA LOKASI DAKWAH di WILAYAH KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL

I. PENDAHULUAN
Dakwah merupakan sebuah kegiatan menyeru, mengajak seseorang untuk melaksanakan tuntunan ajaran Islam. Atau dengan kata lain dakwah bisa disebut juga dengan proses Islamisasi, yaitu sebuah proses penginternalisasian nilai-nilai ajaran agama Islam ke dalam bentuk real tindakan sosial kemasyarakatn maupun bentuk real tindakan religiusitas.
Dalam Islam kegiatan dakwah merupakan sebuah gerakan yang sangat urgen, karena merupakan sebuah bentuk kegiatan yang secara langsung terjadi kontak antara seorang da’i dengan sasaran objek dakwah. Keberhasilan kegiatan dakwah dapat dilihat dari beberapa indicator, diantaranya: indicator dari pesan dakwah, indicator daro da’i sendiri, indicator dari objek dakwah, maupun indicator dari objek strukrural masyarakat baik itu struktur wilayah maupun struksul sosial.
Untuk mensukseskan kegiatan dakwah perlu adanya sebuah perencanaan strategi dakwah, yang mana dari sebuah perencanaan tersebut nantinya diharapkan kegiatan dakwah bisa lebig efektif untuk mempengaruhi objek dakwah. Di sini penulis lebih mespesifikkan perencanaan kegiatan dakwah dalam bentuk analisis structural tentang wilayah dari mad’u (objek dakwah) baik dari sisi geografis, kedaan sosial, sistem kepercayaan mayarakat samapi apapun yang berhubungan dengan masyarakat pada wilayah tersebut.
Dalam makalah ini nantinya akan dijelaskan mengenai peta wilayah dakwah di daerah Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Bagaimana kondisi kemasyarakatan di wilayah ini?. Nanti bersama-sama akan ditemukan jawabannya.

II. DAFTAR INDIKATOR
1. Lokasi daerah dakwah.
2. Tradisi animistic yang berkembang dalam masyarakat.
3. Perayaan/upacara lingkungan hidup yang berkembang.
4. Tradisi perayaan local arabik.
5. Seni budaya local murni yang berkembang.
6. Seni budaya modern yang berkembang dalam masyarakat.
7. Seni tari yang berkembang dalam masyarakat.
8. Nilai perilaku yang harus dilakukan dalam rangka harmonisasi sosial.
9. Tingkat keberagamaan umat Islam.
10. Tingkat keberagamaan penganut agama non-Islam.

III. PEMBAHASAN HASIL OBESRVASI
A. Gambaran Umum Lokasi Daerah Dakwah
1. Kondisi Geografis Wilayah Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.

Kecamatan Gemuh merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal. Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Cepiring dan Kecamatan Kangkung, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Patean, di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pegandon, serta di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Ringinarum dan Kecamatan Rowosari.
Jarak Ibukota Kecamatan Gemuh dari beberapa kota antara lain adalah 41 km dari Kota Propinsi Jawa Tengah, 12 km dari Ibukota Kabupaten Kendal, 5 km dari Ibukota Kecamatan Cepiring, 36 km dari Ibukota Kecamatan Patean, 10 km dari Ibukota Kecamatan Weleri, dan 2 km dari Ibukota Kecamatan Pegandon.
Ketinggian tanah wilayah Kecamatan Gemuh lebih kurang 6 meter di atas permukaan laut.
Luas wilayah Kecamatan Gemuh adalah 38.17 km². Dari luas itu digunakan dengan rincian sebagai berikut:
 Seluas 14,84 km² berupa tanah sawah (38,89 %)
 Seluas 7,69 km² tanah pekarangan (20,14 %)
 Seluas 2,39 km² tanah tegalan (6,26%)
 Seluas 0.00 km² tambak dan kolam (0.00 %)
 Seluas 12,51 km² hutan (32.77 %)
 Seluas 0,74 km² lain-lain (1,94%)

2. Kondisi Administratif Wilayah Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal
Kecamatan Gemuh merupakan wilayah perdesaan terdiri dari 16 Desa meliputi 50 Dusun 78 RW dan 314 RT
No Desa Dusun/Dukuh Rukun Warga Rukun Tetangga
01 Sojomerto 8 8 37
02 Triharjo 3 5 25
03 Cempokomulyo 3 8 32
04 Galih 2 3 16
05 Pamriyan 3 3 15
06 Jenarsari 3 5 17
07 Poncorejo 5 8 19
08 Gebang 3 8 23
09 Krompaan 0 5 11
10 Sedayu 0 4 12
11 Gemuhblanten 3 3 20
12 Tamangede 4 4 25
13 Lumangsari 3 3 19
14 Johorejo 2 2 10
15 Tlahab 2 3 13
16 Pucangrejo 6 6 20
JUmlah 50 78 314

3. Fasilitas-fasilitas yang Ada di Wilayah Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
Sarana dan prasarana di Kecamatan Gemuh cukup memadai, baik prasarana peribadatan; pendidikan; kesehatan maupun prasarana fisik lainnya.
a) Tempat Ibadah
No Tempat peribadatan Jumlah unit
1 Masjid 28 buah
2 Musholla 170 buah
3 Gereja 1 buah
7 Kuil/Pura 0 buah
b) Sarana Pendidikan
No Jenjang Sekolah Jumlah Sekolah Murid Guru
01 Taman Kanak Kanak 19 867 64
02 SD Negeri 26 4.596 220
03 Madrasah Ibtida'iyah 4 603 35
04 Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) Negeri 2 995 55
05 SLTP Swasta 2 924 49
06 Madrasah Tsanawiyah 2 1.306 62
07 Sekolah Lanjutan Atas ( SLTA ) Negeri 1 649 36
08 SLTA Swasta 0 0 0
09 Madrasah Aliyah 1 219 15
c) Sarana Kesehatan
No Fasilitas Kesehatan Jumlah Unit
01 Dokter 5 Orang
02 Mantri Kesehatan 20 Orang
03 Bidan 24 Orang
04 Dukun Bayi 23 Orang
05 Juru Sunat 0 Orang
06 Rumah Sakit Umum (RSU ) 0 Buah
07 Puskesmas 2 Buah
08 Puskesmas Pembantu 4 buah
09 Dokter Umum 4 orang
10 Dokter Gigi 1 orang
11 Rumah bersalin 3 orang



B. Tradisi animistic yang berkembang dalam masyarakat.
Kecamatan Gemuh merupakan sebuah salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Kendal yang dalam tingkat pemahaman keagamaan sudah bisa dikatakan memilikipemahaman keagamaan yang cukup.hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk yang hamper semuanya memeluk agama Islam. Tidak hanya itu, kemunculan pondok pesantren maupun organisasi masyarakat yang mengusung nafas agama semakin memperkuat tingkat religiusitas masyarakat. Organisasi masyarakat tersebut, misalnya: Nahdhatul Ulama’ (NU), Muhammaddiyah maupun Rifa’iyah. Untuk organisasi Nahdhatul Ulama’ hamper di semua desa memiliki pengurus ranting. Dan hamper semua masyarakat dalam satu desa juga kebanyakan menjadi anggota organisasi Nahdhatul Ulama’. Untuk organisasi Muhammaddiyah banyak di anut masyarakat yang tinggal di desa yang terletak di sekitar jalur pantura, semisal truko, jenarsari dll. Sedangkan organisasi Rifa’iyah tersebar di daerah selatan, seperti desa Cepokomulyo, Triharjo maupu Sojomerto.
Karena tingkat pemahaman serta religiusitas masyarakat akan ajaran agama Islam maka sistem kepercayaan animistic sudak lama hilang.

C. Perayaan/upacara lingkungan hidup yang berkembang.
Dalam kebanyakan masyarakat di wilayah kecamatan Gemuh masih banyak masyarakat yang melakukan upacara-upacara peninggalan generasi terdahulu. Seperti halnya upacara: Mitongdino, Mendak, Natus, Nyewu, Tedak siti dll. Hal ini jelas terlihat bahwa pengaruh ajaran terdahulu masih berpengaruh terhadap pola kehidupan beragama di kalangan masyarakat.

D. Tradisi perayaan local arabik.
Untuk tradisi perayaan local arabik, juga masih terlihat adanya aktivitas yang mengrah ke perayaan local arabik. Hal ini bisa terlihatdari: Tradisi Barzanjian, Tradisi Tahlil, Tradisi Ziarah Kubur, Tradisi Kirim Do’a kepada Leluhur, Hadrah dll. Kegiatan semacam ini menurut kebanyakan toko-tokoh keagamaan yang tersebar di masing-masing desa juga menjadi sebuah gerakan kebersamaan diantara warga masyarakat. Tidak ada pertentangan yang begitu besar terkait dengan tradisi-tradisi tersebut di atas.


E. Seni budaya local murni yang berkembang.
Terkait dengan seni budaya local murni. Di daerah kecamatan Gemuh masih banyak perkumpulan atau dalam bahasa jawa disebut paguyuban berdiri di beberapa desa, dengan mengusung beberapa bentuk seni budaya yang berbeda. Akan tetapi diantara kesemuanya, yang paling mencolok adalah adanya paguyuban Singo Barong. Seperti di desa Galih, Tamangede, Gebang dll. Selain sebagai salah satu bentuk kesenian masyarakat, paguyuban Singo Barong ini juga menjadi salah satu komoditi hiburan di tenagh masyarakat kebanyakan.

F. Seni budaya modern yang berkembang dalam masyarakat.
Seiring berkembangnya zaman, serta berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Gemuh telah memberikan nafas segar bagi perkembangan seni budaya modern. Diantaranya bisa terlihat dri munculnya Grup Band anak-anak muda dari beberapa desa, seperti desa Galih, desa Gemuhblanten, desan Tamangede dll. Untuk kesenian yang lain yaitu kesenian tari yang bisa terlihat di desa Gemuhblanten serta di desa Galih.

G. Seni tari yang berkembang dalam masyarakat.
Seni tari yang berkembang dimasyarakat adalah seni tari local, yaitu seni tari Jaran Kepang. Memadukan anatara gerakan tubuh dengan alat peraga (jaran kepang) seorang penari melakukan gerakan-gerakan yang atraktif.

H. Nilai perilaku yang harus dilakukan dalam rangka harmonisasi sosial.
Masyarakat sebagai sebuah satuan kelompok yang hidup di wilayah tertentu, tentunya menghasilkan sebuah kesepakatan serta nilai estetika tersendiri. Yang biasanyan tertuang dalam norma maupu sistem sosial yang ditaati serta di laksanakan oleh semua anggota masyarakat dalam wilayah tertentu.
Di wilayah kecamatan Gemuh, hamper semua desa yang masuk dalam kawasan kecamatan Gemuh. Masih menganut nilai perilaku masyarakat terdahulu dalam rangka harmonisasi sosial. Hal ini terlihat dari kegiatan gotong royong masayarakan untuk membangun masjid. Masyarakat dengan sekuat tenaga ikut serta dalam kegiatan pembanguan masjid di desa-desa. Ada yang bertugas sebagai tukang batu, ada yang menyediakan makanan, ada yang menggali tanah untuk pondai bangunan maupun yang lainnya.
Dalam istilah jawa dikenal pula istilah dandan omah, yaitu sebuah istilah yang digunakan untuk sebuah kegiatan memperbaiki rumah ataupu mendirikan rumah baru. Masyarakat di sekitar rumah yang akan diperbiki maupun rumah yang akan dibangun melakukan gotong royong untuk membantu sang pemilik rumah menyelesaikan kegiatan ini. Alaupun tidak mendapat imbalan yang seberapa namun, masyarakat tetap melestarikan nilai perilaku yang sudah berkembang sejak dahulu kala.

I. Tingkat keberagamaan umat Islam.
Masyarakat kecamatan Gemuh sebagai sebuah masyarakat yang notabene adalah masyarakat muslim. Hal ini juga dibuktikan dengan jumlah Masjid maupu musholla di seluruh desa, serta jumlah gereja yang hanya satu dalam satu kecamatan, sedangkan tempat peribadahan agama hindu Buddha tidak ada. Maka dapat di tarik garis besr bahwa tingkt keberagamaan masyarakat kecamatan Gemuh bisa dikatakan baik.
Selain dalam hal rumah peribadatan. Di wilayah kecamatan Gemuh juga telah tersebar Madrasah Diniyyah maupu Pondok Pesantren di berbagai desa di kecamatan ini. Memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam mempengaruhi pola keberagamaan masyarakat menjai lebih baik. Pengaru tokoh-tokoh masyarakat di setiap desa juga mempengaruhi secara menyeluruhpola keberagamaan masyarakat. Denagn demikian jelaslah bahwa wilayah kecamatan Gemuh adalah sebauh wilayah yang mayoritas muslim.

J. Tingkat keberagamaan penganut agama non-Islam.
Mengenai kehidupan masyarakat agama lain. Di wilayah kecamtan Gemuh yang terlihat adanya aktifitas agama lain hanya terletak pada wilayah desa Gemuhblanten. Walaupun tidak sebanyak umat Islam. Namun kegiatan keagamaan masyarakat Nasrani di desa tersebut terlihat lancer tanpa kendala. Masyarakat Nasranipun giata untuk melakukanritual keagamaannya di tempat peribadatannya.


IV. ANALISIS
Dalam suatu kelompok jama’ah dakwah, biasanya terdiri dari tiga macam golongan jama’ah, yaitu:
Golongan Abstracte Massa, yaitu golongan masyarakat yang masih kuat adat dan tradisinya, dan masih berakar paham tahayul dan ramalan-ramalan, sehingga akal dan pikirannya dikuasai oleh adat dan tahayul itu.
Goongan Concrete Massa, yaitu masyarakat yang sudah tinggi peradabannya dan sudah banyak ilmu pengetahuan umumya, seperti manusia yang sudah lama tinggal di kota-kota besar.
Golongan Manigte Massa, yaitu masyarakat yang tergabung dari Abstracte Massa dan Concrete Massa, seperti di Masjid, Bioskop dan di pasar. Berdakwah kepada mereka ini harus memilih cara berdakwah antara kedua golongan di atas.
Untuk mengetahui dan menetukan ketiga macam golongan itu, yaitu dengan cara:
1) Menyelidiki sejarah masyarakat yang akan dikinjungi, untuk diberikan penerangan dan dakwah, tentang keturunannya, pendidikannya dan ekonominy. Yang dinamakan Methode Historis.
2) Meyelidiki kenyataan yang memengaruhi pikiran dan tindak-tanduk masyarakat itu. Yang dianamakan Methode Survey.
3) Menanyakan langsung kepada orang yang ahlinya tentang daerah yang jendal dikinjungi. Yang dianakaman Methode Interview.
Setiap usaha, apapun tujuannya, hanya dapat berjalan secara efektif dan efisien, bilamana sebelumnya sudah dipersiakan dan direncanakan terlebih dahulu dengan matang. Demikian pula usaha dakwah Islam mencakup segi-segi yang sangat luas itu pun hanya dapat berlangsung dengan efektif dan efisien, bilamana sebelumya sudah dilakukan tindakan-tindakan persiapkan dan perencanaan secara matang pula.
Perencanaan dakwah adalah sebuah proses berfikir dan mengambil keputusan yang matang dan sistematis, mengenai tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka penyelenggaraan dakwah. Dari sebuah proses perencanaan dakwah tersebut, maka berikut langkah-langkah perencanaan dakwah, sebagai berikut:
Perkiraan dan perhitungan masa depan
Penentuan dan perumusan sasaran dalam rangka pencapaian tujuan dakwah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penetapan tindakan-tindakan dakwah dan prioritas pelaksanaannya.
Penetapan metode
Penetapan dan penjadwalan waktu.
Penempatan lokasi
Penetapan biaya, fasilitas dan factor-faktor lain yang diperlakukan.
Dari proses perencanaan dakwah di atas, salah satu hal yang paling penting adalah penetapan media yang digunakan untuk berdakwah. Media dakwah adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan dakwah yang telah ditentukan. Beberapa edia yang dapat diperuanakan dari situasi dan kondisi yang nampak di Kecamatan Gemuh, adalah Lembaga-lembaga pendidikan formal, sperti halnya; Pondok pesantren, taman Pendidikan Al-Qur’an, serta Madrasah Diniyah. Menginta minat serta semangat kebanyakan masyarakat yang tersebar di berbagai desa di wilayah kecamatan ini,maka pemanfaatan lembaga pendidikan formal dirasa sangat membantu utnk proses dakwah.
Aktifitas dakwah pada hakikatnya adalah menyampaikan materi dakwah(mengajak, mengajar, mendengarkan dan sebagainya) kepada obyeknya untuk mencapai tujuan. Sedangakan materi dakwah ataupun sifat kegiatannya selalu bersifat religious (physics), maka dalam penyampaiannya memerlukan cara-cara (strategi) yang baik (efektif dan efisien) agar apa yang disampaikan mudah diterima. Namun harus tetap memerhatiakn kondisi serta latar belakang dari mad’u (obyek dakwah).



V. KESIMPULAN
Perencanaan dakwah adalah sebuah proses berfikir dan mengambil keputusan yang matang dan sistematis, mengenai tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka penyelenggaraan dakwah. Aktifitas dakwah pada hakikatnya adalah menyampaikan materi dakwah(mengajak, mengajar, mendengarkan dan sebagainya) kepada obyeknya untuk mencapai tujuan. Sedangakan materi dakwah ataupun sifat kegiatannya selalu bersifat religious (physics), maka dalam penyampaiannya memerlukan cara-cara (strategi) yang baik (efektif dan efisien) agar apa yang disampaikan mudah diterima. Melihat struktur masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Gemuh dapat di lihat jelas, bahwa struktur masyarakatnya masih banyak yang menganut kepercayaan serta ritual-ritula keagamaan nenek moyang. Sehingga perlu adanya strategi serta metode yang pas untuk digunakan dalam dakwah di lingkungan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.

VI. PENUTUP
Demikianlah laporan hasil oservasi yang dapat kami buat, tentunya masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharap saran dan kritik yang konstruktif demi perbaikan pada pembuatan selanjutnya. Terima kasih atas segala kritik dan sarannya. Mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan kita semua. Amin.



DAFTAR PUSTAKA
Alam, Sei H. DT. Tombak. 1986. Kunci Sukses Penerangan dan Dakwah. Jakarta: Pusat Akselerasi Ilmu Al-Qur’an.
Diambil dari hasil Sensus Penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal, diambil pula dari Data Kependudukan di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal
Shaleh, Abdul Rosyad. 1977. Manajemen Dakwah Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Syukir, Asmuni. 1983. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas.
PETA LOKASI DAKWAH di WILAYAH KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL
14 Desember 2011
Posted by Saifudin ELF
Tag :

Me on Instagram

Instagram

Labels

ELF Says

Selamat Datang,

Selamat berkunjung di webblog milik Saifudin Elf, sebuah catatan sederhana dari sebuah proses dinamika berfikir, merangkai, dan menyusun kata.

"tak ada sejarah yang terukir tanpa tulisan, tak ada dokumentasi seindah lukisan Tuhan"

dengan motto tersebut, ku coba untuk menuangkan segala hasil pemikiran, jejak kaki, dan perjalanan hidup melalui webblog sederhana ini.

salam hangat,
-saifudin elf-

Hak Cipta oleh : Saifudin elf. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 ELF Journey -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -